Kita sering banget denger soal bagaimana fintech bisa jadi penyelamat buat UMKM. Tapi nggak banyak yang ngomongin sisi gelapnya, biaya tersembunyi, persyaratan rumit, atau malah jeratan utang yang bikin usaha kecil makin tercekik. Di lapangan, ceritanya beda jauh dari narasi indah “inklusi keuangan” yang digembar-gemborkan.
Pinjol Legal vs Ilegal: Batasnya Semakin Kabur
Data OJK menunjukkan ada 102 fintech lending legal per Juni 2023. Tapi yang ilegal diperkirakan 3-4 kali lipat lebih banyak. Yang bikin parah, beberapa operator pinjol ilegal pake modus mirip legal, punya website keren, izin abal-abal, bahkan customer service yang sok profesional. Pedagang bakso di Pasar Minggu cerita ke saya bagaimana dia terjebak bunga 20% per minggu setelah awalanya dikasih tawaran “pinjaman UMKM bunga ringan 0,5%”.
Masalahnya? Banyak UMKM nggak melek digital cukup buat bedain mana yang legal. Survei kecil-kecilan di 5 pasar tradisional Jakarta nemuin 72% pedagang nggak tau cara cek legalitas fintech di website OJK. Mereka cuma liat: “Ada aplikasi, bisa cair cepat, ya udah klik aja”.
Beberapa fintech legal juga mulai pakai taktik agresif mirip predator. Ada yang nawarin pinjaman via WhatsApp tanpa diminta, atau kasih limit lebih tinggi dari kemampuan bayar. Kasus di Tangerang bulan lalu, seorang pengusaha kecil bunuh diri setelah terjerat 7 pinjol legal sekaligus dengan total bunga 340% per tahun.
Lalu solusinya apa? Beberapa hal konkret yang bisa dilakukan:
1. Literasi digital harus turun ke lapangan, bukan cuma webinar. Kementerian Koperasi bisa kolaborasi dengan komunitas pasar buat bikin pelatihan praktis cara hitung bunga efektif
2. Perlu ada batasan maksimal fintech yang boleh memberikan pinjaman ke satu UMKM. Sistemnya harus terintegrasi antar penyedia
3. Sanksi buat fintech legal yang pakai taktik predator harus diperberat, bukan cuma denda receh 50 juta
Fintech seharusnya jadi alat, bukan algojo baru buat usaha kecil. Tapi tanpa regulasi ketat dan edukasi massal, kita cuma memindahkan rentenir dari gang-gelap ke smartphone.
Leave a Reply